Klik
Rabu, 21 Desember 2016
Senin, 31 Oktober 2016
Kamis, 13 Oktober 2016
Negakang keneh
Aget lan lacur sing dadi alih apabuin ulah.Sugih teken lacur sing dadi uber kelidin.Ilehan eduman idup di guminé suka,duka lara,pati patuh sing dadi tunas,impasin. kewala i raga tetep patut mautsaha magae ane melah, tusing je nyerahang teken nasib.Yéning suba megae ane luung, pasti lakar nemu ane melah.“Eda ngadén awak bisa,”keto sesambat kramané Bali.kewala i raga patut ngangken bisa. yening seken saje bisa, i raga patut ngangkén bisa.jani liu anaké nungkalikang sesambaté ento,“Kadén awaké bisa,eda ngadén awaké tusing bisa.”ento kocap raos ngedénang bayu.Hidup digumine jelek melah adung masanding.Aget lacure tusing je joh,jani lege buin kesep bise masalin sebet.Ane jani kenkenang apang nyidayang lege disebete.Patakon aluh nanging keweh pasautne.Ade satue anake wikan didarmawacanane.Aluh kone madingan keneh apang satate marasa nemu liang yadiastun je sedeng katiban sebet.Tutur buin satuayang.Ade jalan apang nyidayang sebet bise kedek,tuah apang bise iraga negakang keneh.Yen di luunge pejang kenehe lakar liunan melah ane lakar rasayang.Yening dijelek pejang kenehe sinah lakar jelek dogen merasa tepuk.kenken carane?.Yening disastrane takonin kene pesautne,melah melahang ngabe keneh ape ne kakenehang keto lakar tepuk.Tusing dadi mekeneh jelek teken anak len.ape buin teken awak pedidi.Mare uyut ajak kurenan jumah prajani ngae status di facebook nyelekang kurenan pang tawange ajak anake.Jelek pedidi de sanget edengange.Ene satuan nak lingsir pabedikin nyelekang timpal.Yen nulungin anak de inget ingetange.kewala yen anake nulungin irage de kanti engsapine.aluh saje kale keweh nyalanin.
Iraga idup dimarcapada sangkaning paican Kawi.Petprade mani puan urip matilar ninggalin raga ngungsi jagat niskala.Tusing nyidayang makelid,tusing dadi tunas tusing dadi tolak.Pajalane tuah mabekel karma ane lakar anggo titi pangancan ditu.Ento makarana saenu maurip apang setata eling teken Widhi.malaksana makeneh ane luung.Apang nyidayang nemu lega.apang nyidayang kedek disebete.Tusing nyandang sanget kenehang ane lakar teke ento tusing je karoan.De masi takut teken ane sube liwat,ane penting dinane jani ento sube pasti.Yen bes sanget ngenehang ane sube liwat takut teken nasib ane lakar teke iraga engsap ngerasaang hidup ane jani.pamuputne jeg sebet dogen lakar tepuk.
Bagia ade dikeneh tusing ulian liu ngelah pipis.Care jani liu anake ngalih demen disisi kaden ditu maan lega.Ade melali kekafe maseliahan ngengkebang sebet,kewala mebading liunan jeleke katepuk.ade masih ngalih lega mamotoh patuh sere panggang sere tunu. Setata marasa kuangan tekéning apa ané gelahang, ngranayang i raga sing suud-suud nepukin sengsara.lan jani melajah pang nyidayang marasa ngelah satonden ngelah.Ilidin sebet aji kenyem.buka sesenggake yen kulite selem palebihin makenyem apang sebenge sing masem.Yen sebenge masem gidate pecuk ngedesem sinah anake liu sing demen.yen suba keto ngancan sebet kenehe kerasa.hidupe ngancan baat.hidup tuah ngaliwatin awaine.jalanin dogen patuh care pajalan aine uli kangin ngati kauh.pajalan hidup keto masi.ngancan wai dinane maganti iraga ngancan lingsir buka aine ngeseng kauh.kewala yen nyidayang sakadi sunar suryane kancan ngeseng kauh ngancan luung sunaranne.Liu torise demen mabalih aine ane lakar kelem dilangite kauh ane adanine sunset.Ditu sulur idep sulur idup apang patuh.
Iwayan Tojan
Minggu, 21 Agustus 2016
Rabu, 13 Juli 2016
pengasih sang arjuna
Orang Bali mengenal beberapa jenis guna, yaitu Guna Lilit, Guna Jaran Nguyang, Guna Tuntung Tangis, I Cekcek Putih, dan lain sebagainya.
dan mantra untuk menghidupkan pis arjuna,uang kepeng bergambar arjuna(pis bolong arjuna)baik yang asli atau yang digambar baru.
1.cari hari baik pake dupa tiga biji,untuk mengasapi pis arjuna.gunakan kekuatan idep
lihat videonya...
konsentrasikan dengan idep saat menyebut nama kita dan nama orang yang dituju.
mantra lihat Video
Selasa, 12 Juli 2016
mapluasan,meluasin
.......
Bagi masyarakat tradisional Bali, ritual ini sangat dipercaya dan dianggap sebagai salah satu jalan dalam menanggulangi dan mencegah sebuah kejadian buruk yang sedang menimpa atau akan menimpa. Bagi mereka yang tertimpa sebuah bencana, permasalahan, musibah atau sakit akan meminta berbagai petunjuk dari para leluhur mereka, melalui perantara Balian atau Jero Dasaran perihal apa yang dapat mereka lakukan untuk menanggulangi dan menghilangkan
serta apa yang menjadi sebab terjadinya musibah yang dialami. Petunjuk yang didapat yang dianggap merupakan petunjuk yang diberikan oleh para leluhur mereka melalui perantara Balian dan Jero Dasaran ini. Petunjuk yang paling sering didapat guna mengatasi atau mencegah sebuah hal buruk yang terjadi atau yang akan terjadi adalah petunjuk untuk melakukan sebuah upacara atau ritual khusus dan petunjuk tentang berbagai upakara banten atau persembahan yang mesti dilakukan, kapan waktunya dan dimana serta beberapa petunjuk tentang sebab – sebab yang telah mengakibatkan sebuah musibah, sakit ataupun kematian terjadi. Setelah mendapat petunjuk tersebut maka keluarga yang bersangkutan akan menggelar ritual atau upacara sesuai dengan petunjuk dan arahan yang mereka dapat dari ritual nuans baos atau meluasin tersebut. Tertanggulangi ataupun tidak semua permasalahan, musibah ataupun sakit, setelah pelaksanaan ritual upacara sesuai petunjuk yang didapat bukanlah menjadi tanggung jawab dari Balian atau
Jero Dasaran tersebut. Semua dikembalikan pada keyakinan sendiri dari keluarga yang bersangkutan.
Namun yang patut menjadi perhatian dari ritual ini adalah betapa seringnya sebuah keluarga mendapatkan petunjuk yang terkadang malah memicu ketidak harmonisan dalam hubungan sebuah keluarga dan masyarakat. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin inilah ungkapan yang pas untuk menggambarkan hal ini. Karena seringkali bukan petunjuk - petunjuk bijak yang didapat tapi malah petunjuk yang cenderung memprovokasi.masalah. Musibah ataupun hal buruk yang menimpa belum juga teratasi kemudian ditambah atau timbul masalah baru. Tidak jarang sebuah keluarga yang datang pada seorang Balian atau Jero Dasaran untuk memohon petunjuk secara ghaib atau niskala akan sebab dan akan sebuah permasalahan, sakit ataupun kematian mendapat jawaban atau petunjuk yang menyatakan bahwa segala hal buruk yang terjadi di keluarga mereka disebabkan oleh ulah orang lain atau seseorang yang ternyata masih keluarga dekat mereka. Dalam ritual ini betapa seringnya sebab – sebab suatu penyakit dikatakan sebagai ulah orang jahat melalui perantara ilmu hitam,yang di Bali dikenal dengan istilah pengleakan.
Banyak sekali kejadian dimana seorang yang menderita sakit medis namun dinyatakan oleh seorang Balian atau
Jero Dasaran menderita penyakit magis. Kemudian menyatakan bahwa melalui petunjuk ghaib penyebab dari penderitaan dan sakit yang mereka derita adalah disebabkan oleh serangan ilmu hitam dari orang yang tidak suka kepada mereka.
Namun yang lebih memprihatinkan adalah ketika orang yang paling sering dituding dan dituduh sebagai biang kerok dari ilmu hitam tersebut adalah keluarga dekat mereka sendiri. Hal inilah salah satu penyebab utama adanya hubungan yang tak harmonis dalam sebuah keluarga dan masyarakat tradisonal Bali. Meskipun dipermukaan tampak tiada riak, namun di kedalaman bagaikan api dalam sekam. Saling mencurigai, berbagai prasangka buruk timbul dalam pikiran dan hati yang menyebabkan rasa tidak nyaman, tidak aman dalam hubungan keluarga besar. Padahal sebuah keluarga besar semestinya bersatu padu, rukun dan saling mendukung.
Ungkapan " layah gigi nyakitin " yang berarti bahwa keluarga sendirilah yang telah menyakiti atau berbuat jahat, melalui perantaraan "ilmu hitam" adalah sebuah ungkapan yang biasa didengar dalam masyarakat atau keluarga tradisional Bali. Kepercayaan akan ghaib dan mistik yang membabi buta tanpa logika dan pemikiran yang realistis inilah yang banyak menimbulkan banyak permasalahan,utamanya permusuhan baik dalam keluarga ataupun masyarakat tradisional Bali. .
Menyikapi hal ini maka betapa pentingnya dibangun kesadaran di dalam diri pribadi dan masyarakat bahwasanya tidak semua hal dapat diselesaikan dengan ritual, upacara dan mistik. Tidak semua hal harus dibayar dengan berbagai upakara dan upacara. Musibah, penyakit dan kematian semua hal tersebut sudah diatur oleh Tuhan, Ida Sang Hyang Widi Wasa. Bahwasanya sebagai manusia kita tak akan luput dari S uka, Duka, Lara, Pati, kebahagiaan, kesedihan, sakit dan kematian. Bahwasanya kehidupan berputar, kadang diatas kadang dibawah. Kita tak luput dari Rwa Bhineda, baik buruk, suka duka, kelahiran dan kematian. Semua yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan dan itu pasti yang terbaik buat umatnya.
Ketika sakit atau mengalami suatu penyakit, berusaha untuk mendapatkan kesembuhan adalah hal yang wajar. Baik usaha melalui pengobatan medis, kedokteran ataupun mungkin secara alternatif. Tidak ada orang yang ingin mengalami sakit, namun " tan hana wong ayunulus ", tak ada manusia yang hidupnya selalu baik, selalu lancar atau selalu sehat. Semua pasti pernah atau akan mengalami sakit dan pada akhirnya semua orang akan mati, karena kematian itu adalah hal yang pasti. Menyadari akan hal tersebut, usaha untuk mendapatkan kesembuhan atau kesehatan semestinya jangan membuat kita selalu menyalahkan keadaan dan berusaha mencari kambing hitam atau mengkambing hitamkan orang lain atas apa yang kita derita
sumber(ganapatayananda)
....
Apakah ada orang ngiring bhuta (menyembah dan menjadi abdi bhuta—makhluk alam bawah)?
Dalam benak kita, yang diasosiasikan sebagai bhuta kala adalah makhluk-makhluk assura: daitya, danawa, raksasa, pisaca, yaksa, pratikelena dan lainnya.
Namun kita pun belum pasti benar siapa danawa, yaksa, pisaca itu?
Sebenarnya roh-roh manusia yang mati bisa digolongkan menjadi beberapa jenis.
1. roh yang mencapai alam kebebasan (moksa),
2. roh yang mencapai alam dewa (sorga),
3. roh yang terikat dengan dunia, tetapi memiliki karakter baik (dewa yoni), dan
4. roh yang berada dalam kesadaran tingkat bawah Preta yoni).
Dewa yoni dan preta yoni inilah yang paling banyak berhubungan dengan manusia yang masih hidup, memberikan pawisik, paica, penampakan gaib dan sejenisnya.
Makhluk dewa yoni dan preta yoni ini memiliki kualitas berbeda dan motivasi berbeda pula. Namun keduanya memiliki persamaan, yaitu memiliki kepentingan mencari pengikut (partner kerja—penyembah) di dunia nyata.
Masalahnya adalah, di alam mereka sendiri juga terdapat koloni-koloni dan mereka harus dapat mempertahankan wilayahnya masing-masing. Roh-roh sakti yang berkuasa di suatu wilayah akan mencoba mengembangkan kekuasaannya dengan mencari pengiktu dan penyembah. Salah satu caranya adalah memberikan manusia paica benda gaib, memberikan kemurahan rejeki (pesugihan), memberikan manusia kesaktian dan sejenisnya.
Semua pemberian (Paica) itu tak ada yang cuma-cuma, tetapi terikat kontrak kerjasama yang rapi dan susah diputuskan oleh manusia.
Paica berupa benda gaib atau perjanjian gaib yang mengikat manusia itu sekaligus sebagai piagam kontrak kerjasama itu, dan sebagai imbalannya, roh-roh seperti itu pasti meminta sesuatu persembahan. Persembahan ini tentu akan datang dari pasien-pasien balian atau dasaran yang tangkil nunas tamba atau nunas bawos. Persembahan inilah yang dinikmati oleh sesuhunan. yoni, maka ia ter motivasi untuk membantu secara murni , karena dulunya mungkin ia adalah orang baik-baik di masa hidupnya dan memiliki energi sakti. Dan karena energi saktinya inilah ia harus menuntaskan karma wasananya dengan melanjutkan menyalurkan energi yang terlanjur ia terima sebelumnya kepada manusia yang masih hidup (kekuatannya diberikan kepada balian). Umumnya, roh macam ini tak banyak permintaan, tak minta banten banyak dan persyaratan sulit buat pasien. Ujung-ujungnya pun umat akan digiring untuk tangkil ke pura-pura tertentu untuk tangkil kepada Ida Bhatara disana. yoni, yang mana motivasinya mencari pengikut adalah untuk menyuburkan kedudukannya di alam sana. Ingin memperluas dan memperekuat hegemoni. Roh seperti ini akan memberikan pawisik menyesatkan. Awalnya kelihatan benar, tetapi berikutnya akan disamarkan secara perlahan, sehingga yang mengemuka adalah kepentingannya, bukan mengatasi masalah manusia. Misalnya, kemudian minta pelinggih, minta upacara tertentu, minta dibuatkan pelinggih di pohon yang angker (kendati tidak semua yang minta pelinggih itu preta yoni, bisa juga dewa yoni).
Orang Bali bukannya tak paham akan hal ini. Takut menjadi abdi gaib dari roh yang tak jelas identitasnya, maka dalam banyak kasus kita saksikan banyak orang berusaha mati-matian untuk menolak menjadi dasaran atau balian.
Mereka takut, makhluk apa yang mereka iring, siapa yang mereka jadikan tuan, dewa yoni-kah atau preta yoni?
Sebab semua sesuhunan itu saat menampakkan diri kepada abdinya selalu mengaku Ratu ini ratu itu.
Karena roh-roh ini, baik dewa yoni maupun preta yoni belumlah roh yang sempurna, maka apa yang dibisikkannya kepada manusia tidak bebas dari risiko kebohongan, kesalahan, ketidakbenaran, dan lainnya. Jadi berhubungan dengan mereka ini patut dipetik manfaat positifnya saja. Karena roh-roh seperti ini adalah pasti roh tua, berasal dari mereka yang meninggal dahulu kala, mungkin juga di zaman purba atau kerajaan. Tentu ia memiliki kemampuan untuk menghubungi roh-roh yang baru meninggal, untuk memediasi berdialog dengan bekas keluarganya di alam nyata. Itulah fungsi sesuhunan dasaran atau balian sonteng. Tinggal sekarang kita perlu waspada dan menyelamatkan jalan spiritual kita. Untuk tidak terjerumus pada hasutan gaib yang tak bertanggungjawab, maka jadikan saja ajaran agama sebagai pedoman utama.
Makhluk preta yoni ini banyak bergentayangan di sekitar kita mencari ‘nasabah’ militan. Hati-hatilah pergi ke gunung, goa, pohon besar, tempat angker untuk minta kesaktian. Kesaktian dan pesugihan adalah hal yang sangat remeh dan paling murah di alam niskala yang bisa dijadikan umpan untuk menjerat leher manusia yang keburu terhanyut hayalan kemewahan dunia. Dan bagi mereka yang emoh, enggan ngiring sesuhunan yang tak jelas identitasnya, punya keraguan di hati untuk menajdi abdinya, maka segeralah berlindung kepada guru rohani. Temuilah sath guru dan kita akan dibebaskan dari risiko buruk itu. Jika pun harus ngiring, maka kita akan menjadi abdi dewa-dewa yang bertahtakan kesucian. Mohonlah petunjuk kepada leluhur di Sanggah Kemulan supaya dibukakan jalan terang.
Jadi, pergi ke balian atau jro dasaran tak ada salahnya, asalkan semua isi dialog itu disaring sesuai keyakinan dan petunjuk sastra-sastra agama .
Roh keluarga kita yang bisa dihubungi adalah yang dimensinya masih dekat dengan alam ini. Semakin tinggi alam yang dicapai roh bersangkutan, maka makin sulit dihubungi, apalagi roh yang sudah mampu bebas dari ikatan-katan duniawi. Namun kenyataannya, siapa saja yang hendak kita kontak lewat jro dasaran selalu bisa.mahluk halus bisa meniru roh leluhur kita dengan sangat spurna bahkan dialek kebiasaan semasih hidup pun diketahuinya.
karena mereka bersifat gaib.
Minggu, 12 Juni 2016
Jumat, 10 Juni 2016
Banjir Rob dibali
Walhasil, tinggi muka laut menjadi naik, dan muncul gelombang tinggi di laut. Hal ini, merupakan siklus rutin bulanan yang normal. Namun ini menjadi berbahaya karena bersamaan dengan terjadinya anomali positif tinggi muka air laut di wilayah Indonesia setinggi 15-20 sentimeter.
"Kondisi ini memberikan dampak yang menimbulkan kerugian materi di beberapa wilayah, seperti pesisir
klik ..video ini
Senin, 30 Mei 2016
Rerajahan gaib
1. Sebagai sarana untuk keselamatan sekala niskala.
2. Sebagai alat penangkal hal-hal negatif.
3. Sebagai penjaga/pengijeng untuk tujuan tertentu.
4. Sebagai karya seni yang magis dalam hal-hal tertentu, sesuai dgn kebutuhan dan tujuan si pengguna.
5. Sebagai jimat pelindung, kekebelan,dan lainnya sesuai dgn tujuan dan kebutuhan pengguna.
6. Sebagai pengurip suatu benda/serana tertentu.
Rerajahan memerlukan serana, dimana tergantung tujuan dan fungsi dari rerajahan tersebut, biasanya rerajahan dapat dilakukan pada:
1.kertas biasa,
2. Kain tertentu/kain kasa.
3. peripih misalnya emas,tembaga,selaka,kuningan dll.
4. pd daun lontar.
5. benda2 tertentu sesuai tujuan ; seperti. telebingkah, kertas ulam taga, tiyng empet(bambu tidak berongga), tiyng gading(bambu kuning), kelupih, Bata, batu, Paras, kayu dan lainnya.
Bagaimana proses pembuatan rerajahan tersebut..???
Rerajahan bukan sembarang dirajah, biasanya memilih 'dewasa ayu/hari baik" dan persiapan dalam melakukan olah rerajahan, apalagi rerajahan tersebut digunakan untuk JIMAT.
Setelah persiapan cukup, masih ada proses lanjutan yaitu "pasupati/pengisian(penyucian)" agar rerajahan dapat memurti atau "hidup" dan bertuah.
Minggu, 22 Mei 2016
Sekar alit pupuh geguritan
Jumlah baris syair dalam sekar alit bersifat baku,disesuaikan dengan jenis pupuhnya.Sekar alit juga diikat oleh pada lingsa (jumlah suku kata serta rima dalam suatu baris syair)Sekar Alit disebut juga geguritan: berupa pupuh/ tembang macapat yang isinya adalah ajaran agama.
Macam-macam pupuh sekar alit:
Pupuh Sinom terdiri dari 10 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 8u, baris ke tujuh pada lingsanya 8a, baris ke delapan 8i,baris ke sembilan pada lingsanya 4u, baris ke sepuluh pada lingsanya 8a.
Pupuh Ginanti terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 8u ( 8 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 8i.
Pupuh Durma terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 12a ( 12 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 7i,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 5a, baris ke lima pada lingsanya 8i, baris ke enam pada lingsanya 4a , baris ke tujuh pada lingsanya 7i.
Pupuh Pucung terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 4u ( 4 suku kata berakhir vokal u).Baris ke dua pada lingsanya 8u,baris ke tiga pada lingsanya 6a, baris ke empat pada lingsanya 8i, baris ke lima pada lingsanya 4u, baris ke enam pada lingsanya 8a.
Pupuh Pangkur terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 11i,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a, baris ke lima pada lingsanya 12u, baris ke enam pada lingsanya 8a, baris ke tujuh pada lingsanya 8i.
Pupuh Maskumambang terdiri dari 4 baris. Baris pertama pada lingsanya 12i ( 12 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6a,baris ke tiga pada lingsanya 8u, baris ke empat pada lingsanya 8a.
Pupuh Ginada terdiri dari 7 baris. Baris pertama pada lingsanya 8a ( 8 suku kata berakhir vokal a).Baris ke dua pada lingsanya 8i,baris ke tiga pada lingsanya 8a, baris ke empat pada lingsanya 8u, baris ke lima pada lingsanya 8a, baris ke enam pada lingsanya 4i, baris ke tujuh pada lingsanya 8a.
Pupuh Mijil terdiri dari 6 baris. Baris pertama pada lingsanya 10i ( 10 suku kata berakhir vokal i).Baris ke dua pada lingsanya 6o,baris ke tiga pada lingsanya 10e, baris ke empat pada lingsanya 10i, baris ke lima pada lingsanya 6i, baris ke enam pada lingsanya 6u.
kumpulan geguritan
Rabu, 04 Mei 2016
kuliner klungkung (serombotan)
https://youtu.be/3zFUZ44Q-e4
Selasa, 03 Mei 2016
mobil hias
Sabtu, 23 April 2016
Jumat, 22 April 2016
pura lempuyang
Sabtu, 09 April 2016
upacara tiga bulanan anak
panglepasan, penyambutan, jejanganan, banten kumara dan tataban.
Tata Cara :
1. Pandita / Pinandita memohon tirtha panglukatan.
2. Pandita / Pinandita melakukan pemujaan, memerciki tirtha pada sajen dan pada si bayi.
3. Bila si bayi akan memakai perhiasan-perhiasan seperti gelang, kalung dan lain-lain, terlebih dahulu benda tersebutdiparisudha dengan diperciki tirtha.
4. Doa dan persembahyangan untuk si bayi, dilakukan oleh ibu bapaknya diantar oleh Pandita / Pinandita.
5. Si bayi diberikan tirtha pengening (tirtha amertha) kernudian ngayab jejanganan.
6. Terakhir si bayi diberi natab sajen ayaban, yang berarti memohon keselamatan.
Jumat, 01 April 2016
cara menggilangkan gangguan mahluk halus
Yang dimaksud mahluk halus berenergi negatif adalah mahluk halus yang sifat energinya tidak selaras dengan energi tubuh dan psikologis manusia, bersifat negatif terhadap kesehatan manusia.Jika keberadaan mereka ada di sekitar tempat tinggal manusia,pancaran energinya bersifatnegatif terhadapkesehatan tubuh dan psikologis manusia, bisa membuat manusia mengalami sakit-penyakitdari yang kadarnya ringan sampai yang berat atau membuat sakit psikologisnya,membuat stress / depresi, mudah marah, mudah bertengkar, membuat rumah terasa panas dan tidak nyaman, atau membuat sebuah warung / toko menjadi tidak laku, dsb.Contohnya adalah jenis bangsa jin berbuluhitam lebat, bangsa jin yang berwujud raksasa, bangsa jin yang pancaran aura / energinya panas, jenis gondoruwo dan buto.sumber situs javanese
vidionya
Kamis, 31 Maret 2016
tabuh baleganjur
Istilah Baleganjur berasal dari kata Bala dan Ganjur.Bala berarti pasukan atau barisan,Ganjur berarti berjalan.Jadi Balaganjur yang kemudian menjadi Baleganjur yaitu suatu pasukan atau barisan yang sedang berjalan,yang kini pengertiannya lebih berhubungan dengan sebuah barungan gamelan
Baleganjur. Gamelan baleganjur adalah salah satu dari sedikitnya sepuluh jenis gamelan golongan kuno yang hingga kini masih tetap eksis di Bali.
Perubahan yang cukup mendasar dari gamelan baleganjur belakangan ini adalah yang menyangkut fungsi dan statusnya, dari yang selama ini sebagai gamelan pengiring prosesi menjadi gamelan yang di pertunjukan secara mandiri.
engan dimulainya tradisi baru ini, lomba-lomba baleganjur yang dilaksanakan dalam berbagai event di Bali telah berhasil membuat gamelan prosesi ini menjadi semakin populer di masyarakat terutama di kalangan generasi muda. Salah satu kegiatan budaya yang menjadi ruang pentas bagi gamelan baleganjur adalah dalam pawai ogoh-ogoh menjelan hari raya Nyepi.
Senin, 28 Maret 2016
wisata kertagosa klungkung
http://www.klungkungkab.go.id/index.php/baca-pariwisata/84/Kerta-Gosa
Selain arsitektur bangunan yang indah, keunikan Kerta Gosa terletak di langit-langit bale yang ditutupi dengan lukisan tradisional bergaya Kamasan. Kamasan adalah sebuah desa di kecamatan Klungkung yang terkenal dengan ciri khas lukisan wayangnya. Lukisan Kamasan biasanya mengambil epik seperti Ramayana atau Mahabharata sebagai tema lukisan. Lukisan Kamasan biasanya ditemukan di Pura-Pura sebagai hiasan yang memiliki banyak arti.
Lukisan-lukisan di langit-langit Kerta Gosa menawarkan pelajaran rohani yang berharga. Jika seseorang melihat hal ini secara rinci, pada setiap bagian langit-langit menceritakan cerita yang berbeda, terdapat satu bagian yang bercerita tentang karma dan reinkarnasi, dan bagian lain menggambarkan setiap fase kehidupan manusia dari lahir sampai mati. Lukisan dibagi menjadi enam tingkatan, yang mewakili akhirat, serta yang paling atas yaitu nirwana.
Sabtu, 26 Maret 2016
pantai watu klotok
Kabupaten Klungkung daratan memiliki banyak pantai berpasir hitam yang eksotis, salah satunya adalah pantai Watu Klotok. Walaupun ada juga yang menyebutnya pantai Batu Klotok, karena arti watu dalam bahasa Bali adalah Batu. Sedangkan Klotok memiliki artian “berbunyi“, jadi asal mula penamaannya yaitu ditemukannya sebuah batu yang berbunyi di pantai ini.
http://www.klungkungkab.go.id/index.php/baca-pariwisata/96/Pantai-Watu-Klotok
Jumat, 25 Maret 2016
gamelan gender
Kamis, 24 Maret 2016
barang antik
secara umum benda yang dikatagorikan antik adalah
berumur puluhan sampai ratusan tahun.memiliki bentuk unik dan bernilai seni tinggi.dengan harga yang lumayan mahal banyak penghobby yang senang mengoleksi benda antik.seperti piring,patung,keris,guci,kain,dan lain lain.
Rabu, 23 Maret 2016
monumen puputan klungkung
mudra jantung
Ujung jari tengah dan jari manis menyentuh ujung ibu jari sementara telunjuk menyentuh dasar ibu jari dan kelingking lurus keatas.
Mengurangi kandungan gas dalam badan.
Praktekkan sesering mungkin. Penderita jantung dan tekanan darah tinggi dapat mempraktekkan selama 15 menit dua kali sehari untuk hasil yang optimal.
Manfaat:
-Memperkuat jantung dan mengatur denyut jantung.
- Mengatur sistim pembuangan
-Mengurangi masalah gastritis
Selasa, 22 Maret 2016
wisata candidasa 2016
candidasa
suasana pantai tergolong tenang dengan pemandangan pulau pulau kecil dikejauhan.kawasan ini terdapat sejumlah restaurant,losmen,dan reso.
jarak dari kota denpasar sekitar 60 km.dari bandara ngurah rai bisa ditempuh sekitar satu setengah jam perjalanan.
candidasa
salah masuk
Lima tahun yang lalu,saya diundang teman untuk menghadiri pesta pernikahannya.lokasinya didaerah kali unda klungkung.saya memang belum tau persis letak rumahnya,waktu itu saya lupamembawa kartu undangan jadi lupa alamat denah tempat berlangsungnya upacara.hanya ingat gangnya saja.waktu saya masuk gang,beberapa meter terlihat sebuah rumah yang dihias,dan memang ada pernikahan disana.saya berpikir pasti disitu tempat pernikahannya.Tanpa bertanya dulu,saya langsung saja masuk kerumah itu.sudah ramai yang hadir.saya lalu di suguhi kopi dan jajan bali.tetapi saya merasa asing.kok tidak ada yang kenal satu pun,dengan rasa gelisah saya celingak-celinguk,saat pengantinnyakeluar ternyata bukan teman saya.saya salah masuk,iseng melihat keluar gang.terlihatlah rombongan lain yang lain lewat sepertinya juga akan menengok orang nikah,tapi melewati rumah ini.saya juga melihat beberapa teman dalam rombongan itupelan pelan saya langsung keluar dan kabur(karag kirig langsung megedi)saya coba kearah timur mengikuti rombongan tadi,ternyata rumahnya di belokan gang paling ujung.semua teman sudah disana,mereka nanya kenapa baru datang.setelah saya ceritakan kejadiannya,semua menyoraki tertawa.kejadian konyol saya menjadi topik sampai hakhir acara.jadinya dapat dua kali ngopi,beruntung belum makan disana,dan yang paling penting amplopnya selamat,karena belum dimasukkan ditempat salah masuk tadi.tulisan ini pernah dimuat dikoran tokoh (omg)
wyan tojan